Dengan mata aku bisa melihat hidup dalam relung jiwa yang sunyi pekat mengharapkan setitik cahaya kebenaran dari setiap kesalahan pikiran,ucapan dan perbuatan ku sendiri hingga larut dalam sebuah pencarian jati diri yang telah terbelenggu akan begitu banyaknya pertanyaan-pertanyaan. Seakan-akan menjerat urat leherku dan menyumbat aliran darah didalam urat nadi hingga jantung ini tak kuasa tuk memompanya dan lemah tak berdaya sejak aku ada hingga ku kembali ke ruang ketiadaan.
Apa yang harus aku lakukan untuk Mu?
Aku merasa berada di antara ada dan tiada dalam menjawab setiap pertanyaan meskipun itu benar atau salah yang disertai dengan alasan dan bukti serta manfaat dan solusi, semua rangkaian itu berawal dari setitik masalah karena keberadaanku.
Keberadaan Aku selalu mengundang pertanyaan bagi engkau
Aku bersyukur karena punya mata. karena keberadaannya aku bisa melihat bukti keberadaanku.
• Apa yang aku pikirkan engkau bertanya,
(Iqro) Taukah kamu bahwa sesungguhnya aku selalu memikirkan Mu disetiap saat,setiap langkah,setiap waktu. Siang dan malam hingga di dalam tidurpun aku masih memikirkan Mu.
• Apa yang aku ucapkan engkau bertanya,
(Iqro)Aku panggil engkau dengan kata manja penuh cinta. Setiap kata yang terucap mengundang berjuta makna,teguran,perintah,ajakan,do’a/harapan meskipun bisa mendatangkan kemaslahatan atau bisa jadi kemurkaan. “sampaikanlah walau hanya satu ayat”.(HR……)
• Apa yang aku lakukan engkau bertanya.
(Iqro)Engkau selalu memberikan aku segala hal yang terbaik untuk aku tapi engkau selalu memberikan pilihan untuk aku.
“cintailah siapa saja yang kamu inginkan tapi ingat bahwa kamu akan berpisah
Berbuatlah sekehendak hatimu di dunia ini tapi ingatlah akan balasannya
Pikirkanlah akhiratmu seakan-akan kamu mati besok pagi”.(HR…….)
Saat aku terdiam, sebenarnya aku sedang mendengarkan segala keluhanmu dan memikirkan permintaanmu supaya aku bisa mengabulkannya.
Saatku bergerak, aku sedang melaksanakan perintahmu.
Saat aku melangkah, sebenarnya aku ingin mencarimu, maka tunjukan dan tuntunlah aku.
Saat aku tersandung, aku tidak sadar akan teguranmu. Terimakasihku ucapkan karena telah memperingatkanku agar tidak jatuh.
Saat aku jatuh tersungkur, engkau dengan segera menggerakkan tanganmu untuk membantuku agar dapat berdiri lagi.

by.eko mugianto